-->

Cara Menentukan Besar Bunga Majemuk

Menentukan Besar Bunga Majemuk - Bunga majemuk berbeda dengan bunga tunggal. Pada bunga tunggal , modal kita tetap yaitu bunga yang dihasilkan tiap periode tidak dimasukkan ke modal. Namun, pada bunga majemuk bunga yang dihasilkan tiap periode dimasukkan kedalam perhitungan modal untuk periode berikutnya dengan kata lain bunga yang dibungakan.


Contoh Masalah Menentukan Besar Bunga Majemuk


Pada suatu hari, Rani menyimpan uang tabungannya sebesar Rp 1.000.000,00 ke dua Bank yang berbeda. Rani menyimpan Rp 500.000,00 ke Bank “P” dan sisanya ditabung di Bank “Q” dan masing-masing Bank memberikan bunga 10% per bulan. Rani selalu mencetak buku tabungannya setiap bulan untuk mengetahui perubahan uang yang dimiliki. Rani terkejut karena ada perbedaan jumlah tabungan di kedua Bank tiap bulannya. Mampukah Rani memprediksi berapa jumlah total uangnya setelah satu tahun?


Berikut hasil cetakan tabungan Rani di Bank “P” dan Bank “Q”
Penyelesaian:
Perhitungan tabungan di Bank “P”
Misalkan: Modal awal (M0)                            : Rp 500.000,00
Bunga tunggal (i)                              : 10% tiap bulan
Besarnya modal bulan ke-n (Mn)  : Rp 650.000,00
§  Besarnya modal awal
M0       = 500.000
Besarnya modal bulan ke-1


























Terlihat bahwa barisan M0, M1, M2, M3, … Mn membentuk pola barisan aritmetika karena memiliki selisih/beda yang tetap, yaitu
M-   M0    =   M2 -  M1   =   M3 -  M2=   50.000                 
Berdasarkan pola yang terbentuk, dalam menentukan besarnya modal setelah ditabung selama n bulan adalah

















Dengan demikian, besarnya uang Rani setelah ditabung selama 1tahun (n=12 bulan) adalah


 Perhitungan tabungan di Bank “Q”
Misalkan: Modal awal (M0)                            : Rp 500.000,00
Bunga majemuk (b)                         : 10% tiap bulan
Besarnya modal bulan ke-n (Mn)  : Rp 650.000,00
§  Besarnya modal awal
M0       = 500.000


§  Besarnya modal bulan ke-1

































Berdasarkan hasil perhitungan besarnya modal tiap bulan, diperoleh bahwa:
Modal Awal
Besarnya modal bulan ke-n
M0
M1
M2
M3
M4
M5
Mn
500.000
500.000 (1+0,1)

500.000 (1+0,1)2

500.000 (1+0,1)3

………
………
…….

Berdasarkan table diatas, barisan M0, M1, M2, M3, … Mn membentuk pola barisan geometri karena memiliki rasio yang tetap



























Contoh Soal:


1.      Dari permasalahan nyata berikut ini, manakah yang terkait konsep pola barisan dan deret aritmetika atau geometri?
a.    Harga sekumpulan buah jeruk di pasar adalah sebagai berikut.
Satu kantong jeruk seharga Rp 15.000,00; harga dua kantong jeruk Rp Rp 30.000,00; harga tiga kantong jeruk Rp 45.000,00. Dapatkah kalian memprediksi berapakah harga yang harus dibayarkan jika ada 10 kantong jeruk?
b.   Suatu kertas berbentuk persegi panjang, dilipat menjadi dua bagian sama besar. Kemudian dari lipatan itu dilipat lagi menjadi dua bagian sama besar, demikian seterusnya sampai lipatan kelima.
Penyelesaian:
a.     15.000 , 30.000  , 45.0000 , …..
Membentuk barisan aritmetika karena memiliki selisih yang sama sebesar 15.000
b.     Ukuran kertas awal 1 bagian, kemudian dilipat satu kali membentuk 2 bagian sama besar, dilipat ulang yang kedua membentuk 4 bagian sama besar, kemudian dilipat ulang lagi membentuk 8 bagian sama besar. Dari kegiatan dapat dibuat barisan:
1, 2, 4, 8, …..
Barisan tersebut termasuk barisan geometri karena memiliki rasio yang tetap yaitu 2 



2.      Suatu hari ayah menabung sebagian gajinya sebesar Rp 2.000.000,00 ke suatu bank. Bank tersebut memberi bunga majemuk 15% per bulan. Berapakah uang ayah setelah 5 bulan?
Penyelesaian:














Sekian pembahasan Cara Menentukan Besar Bunga Majemuk kali ini. Tetaplah setia dengan layanan pembelajaran online gratis dari kami. Terus belajar sampai mahir. Salam Matematika !!

0 Response to "Cara Menentukan Besar Bunga Majemuk"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel